Flyover Latumenten Disebut Bisa Kurangi 40 Persen Macet Jakarta
03 Juli 2026 07:46 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Gubernur DKI Jakarta bersama Anggota DPRD DKI Jakarta meninjau proyek pembangunan Flyover Latumenten, Kamis (02/07/2026). Sumber: Istimewa
Sonora.co.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, proyek pembangunan ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan pembangunan Flyover Latumenten menggunakan anggaran sebesar Rp. 259 miliar. Ia mengatakan, progres pembangunan telah mencapai 55,2 persen.
"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," kata Pramono saat meninjau proyek Flyover Latumenten, Kamis (02/07/2026).
Setelah flyover selesai dibangun, lanjut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menutup perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut. Menurutnya, seluruh kendaraan nantinya akan diarahkan melintasi flyover sehingga tidak lagi bersinggungan langsung dengan jalur kereta api.
"Sehingga dengan demikian siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu," ucap Pramono.
Pramono berharap keberadaan Flyover Latumenten ini dapat mengurangi kemacetan secara signifikan, sekaligus memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan Jakarta Barat. Infrastruktur ini digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen.
Ikut meninjau proyek Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengungkapkan, Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta.
Dengan anggaran Rp.259 miliar, Flyover Latumenten menjadi penghubung antar moda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum, karena menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan pembangunan Flyover Latumenten menggunakan anggaran sebesar Rp. 259 miliar. Ia mengatakan, progres pembangunan telah mencapai 55,2 persen.
"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," kata Pramono saat meninjau proyek Flyover Latumenten, Kamis (02/07/2026).
Setelah flyover selesai dibangun, lanjut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menutup perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut. Menurutnya, seluruh kendaraan nantinya akan diarahkan melintasi flyover sehingga tidak lagi bersinggungan langsung dengan jalur kereta api.
"Sehingga dengan demikian siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu," ucap Pramono.
Pramono berharap keberadaan Flyover Latumenten ini dapat mengurangi kemacetan secara signifikan, sekaligus memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan Jakarta Barat. Infrastruktur ini digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen.
Ikut meninjau proyek Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengungkapkan, Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta.
Dengan anggaran Rp.259 miliar, Flyover Latumenten menjadi penghubung antar moda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum, karena menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives